INDOUPTODATE.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tengah mematangkan persiapan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase krusial ibadah haji 1447 Hijriah. Jutaan porsi makanan siap santap atau ready to eat (RTE) telah disiapkan untuk menjamin kelancaran logistik jemaah, mulai dari fase pra-Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) hingga puncak Armuzna di Tanah Suci.
Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengungkapkan bahwa total kebutuhan makanan siap santap bagi jemaah Indonesia mencapai jutaan porsi. Langkah ini diambil sebagai strategi pemerintah untuk meminimalkan risiko kekurangan makanan selama puncak pelaksanaan ibadah haji.
“Total RTE yang dibutuhkan mencapai 3.082.200 porsi,” ujar Jaenal saat memberikan keterangan pers di Makkah, Selasa (20/5/2026).
Alokasi dan Distribusi Logistik
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat waktu, pemerintah telah membagi alokasi konsumsi ke dalam dua fase utama:
1. Fase Pra-Armuzna: Dialokasikan sebanyak 1.232.520 porsi.
2. Fase Puncak Armuzna: Dialokasikan sebanyak 1.849.680 porsi (sisa dari total kebutuhan).
Saat ini, sebagian besar pasokan RTE sudah tersedia di dapur-dapur produksi di Arab Saudi dan siap didistribusikan langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap.
Menu Nusantara yang Praktis dan Tahan Lama
Meskipun disajikan dalam bentuk siap santap, pemerintah tetap mengutamakan lidah dan selera jemaah Indonesia. Berbagai variasi menu khas Nusantara telah disiapkan, antara lain:
1. Nasi uduk
2. Rendang
3. Semur ayam
4. Kari ayam
5. Gulai ayam
Setiap porsi makanan dikemas secara praktis menggunakan kantong khusus (pouch) dengan takaran yang seimbang, yaitu 150 gram nasi dan 150 gram lauk.
“RTE ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan tanpa perlakuan tambahan. Petugas juga akan membantu menjelaskan cara konsumsi RTE kepada jemaah,” tambah Jaenal.
Selain praktis, makanan ini juga memiliki daya tahan yang cukup lama, yakni hingga 18 bulan. Keunggulan ini membuat hidangan RTE sangat disukai oleh jemaah. Bahkan, tidak sedikit jemaah yang membawa sisa porsi RTE sebagai buah tangan saat kembali ke tanah air.
Fokus pada Jemaah Lansia dan Disabilitas
Hadirnya inovasi makanan siap santap ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret, khususnya bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) dan disabilitas. Dengan kemasan yang ringkas, jemaah dapat dengan mudah mendapatkan asupan nutrisi yang layak di tengah padatnya fase kritis Armuzna tanpa harus mengantre atau memasak.
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan seluruh pasokan makanan ini tersedia tepat waktu demi kekhusyukan dan kesehatan jemaah selama beribadah. (HAJ)





