Harga Emas Antam Hari Ini Flat, Ukuran 1 Gram Dibanderol Rp2,72 Juta

News263 Dilihat

INDOUPTODATE.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipasarkan melalui Logam Mulia tercatat stabil pada perdagangan Selasa (16/6/2026). Setelah mengalami kenaikan pada perdagangan sebelumnya, seluruh ukuran emas batangan Antam tidak mengalami perubahan harga.

Berdasarkan data yang dirilis Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram masih bertahan di level Rp2.729.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga tidak berubah dan berada di posisi Rp2.500.000 per gram.

Untuk pecahan terkecil, emas Antam ukuran 0,5 gram dipasarkan dengan harga Rp1.414.500. Produk ini kerap menjadi pilihan masyarakat yang ingin memulai investasi emas secara bertahap dengan modal yang lebih terjangkau.

Sementara itu, emas Antam ukuran 100 gram dijual seharga Rp267.112.000. Pecahan ini umumnya diminati investor yang ingin berinvestasi dalam jumlah lebih besar untuk jangka panjang.

Adapun harga tertinggi tercatat pada emas Antam ukuran 1.000 gram atau 1 kilogram yang dibanderol Rp2.669.600.000 per batang.

Stabilnya harga emas Antam menunjukkan pergerakan pasar logam mulia yang cenderung terbatas setelah mengalami penguatan pada perdagangan sebelumnya. Kondisi ini membuat pelaku pasar dan investor kembali mencermati berbagai faktor global yang berpotensi memengaruhi arah harga emas dalam waktu dekat.

Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat karena dianggap mampu menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi pasar keuangan.

Berikut daftar harga emas Antam per pecahan pada perdagangan Selasa, 16 Juni 2026:

1. Emas Antam 0,5 gram: Rp1.414.500

2. Emas Antam 1 gram: Rp2.729.000

3. Emas Antam 2 gram: Rp5.398.000

4. Emas Antam 3 gram: Rp8.072.000

5. Emas Antam 5 gram: Rp13.420.000

6. Emas Antam 10 gram: Rp26.785.000

READ  Penularan HIV/AIDS tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga dilaporkan meluas hingga ke kalangan anak-anak dan remaja usia sekolah. Berdasarkan data di Kabupaten Sidoarjo, dari total 7.129 Orang dengan HIV (ODHIV), terdapat ratusan anak dan remaja yang dinyatakan positif HIV. Delta Crisis Center (DCC) mencatat hingga 1 Juli 2026, akumulasi anak dan pelajar di Sidoarjo yang terjangkit HIV telah mencapai 522 ODHIV. “Jumlah anak dan remaja usia sekolah di Sidoarjo hingga per 1 Juli 2026 yang terpapar total ada 522 ODHIV. Rinciannya berdasarkan asumsi, untuk PAUD/TK sekitar 13 anak, usia Sekolah Dasar hingga SMP sederajat sebanyak 44 remaja, dan SMA sederajat hingga mahasiswa diketahui 465 yang positif HIV,” terang Direktur Program Yayasan DCC, Ferry Efendi, SH., MH., Sabtu (18/7/2026). Ferry mengungkapkan, penularan HIV pada anak dan remaja di Sidoarjo disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari penularan ibu ke anak saat kehamilan, penggunaan jarum suntik narkoba, hingga akibat hubungan seks bebas di luar nikah. “HIV itu menular melalui empat cara yakni darah, seks bebas, jarum suntik, dan ASI. Ini harus terus disosialisasikan ke masyarakat agar ada pemahaman, dengan demikian jalur penularan bisa dijauhi,” kata Ferry. Menyikapi fenomena tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Lilik Sulistyowati, S.Pd., M.Pd., menyatakan prihatin dan menegaskan akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo. “Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo menyatakan keprihatinan mendalam terhadap peserta didik yang terpapar HIV/AIDS. Kami tentunya memberikan perhatian serius terhadap fenomena ini dan segera berkoordinasi dengan pihak Dinkes,” beber Lilis, sapaan akrabnya. Langkah Mitigasi dan Pelatihan Konseling Guru Sebagai langkah nyata, Disdikbud Sidoarjo telah menyiapkan langkah mitigasi melalui penguatan kebijakan pendidikan, termasuk penyusunan langkah implementasi pencegahan penularan HIV/AIDS di semua satuan pendidikan. Hal ini dilakukan agar pelajar maupun tenaga pendidik yang terdampak tidak mendapat diskriminasi dan stigma negatif. Lilis memastikan seluruh lembaga pendidikan akan mendapatkan edukasi dan literasi mengenai pola penularan serta pencegahan HIV/AIDS. Dalam waktu dekat, Disdikbud juga akan menggelar pelatihan kesehatan reproduksi dan manajemen konseling bagi tenaga kependidikan. “Seluruh kepala sekolah, guru kelas, hingga guru BK (Bimbingan Konseling) akan dibekali pengetahuan yang berhubungan dengan pencegahan penularan HIV/AIDS dan penanganannya. Semua guru akan dilatih terkait manajemen konseling jika mendapati murid ada yang positif HIV,” tegas mantan Kepala SMPN 4 Sidoarjo tersebut. Ke depan, Disdikbud Sidoarjo akan meningkatkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinkes, Dinsos, Kementerian Agama, MUI, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Puskesmas, hingga ormas terkait untuk menekan penambahan kasus di lingkungan sekolah. Meski demikian, terkait kemungkinan adanya kewajiban tes HIV dalam proses seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2027, Disdikbud belum bisa memberikan kepastian. "Kami belum bisa menjawab pertanyaan itu karena masih harus dikomunikasikan dengan Dinkes," jawabnya singkat. Benteng Keluarga dan Perlindungan Hak Pendidikan Lilis menekankan bahwa benteng keluarga tetap menjadi faktor pertahanan paling utama dalam menjaga anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Monitoring ketat dan pengawasan melekat harus bermula dari rumah. Bagi pelajar yang dinyatakan positif HIV, Disdikbud Sidoarjo menjamin hak pendidikan mereka secara penuh dan setara. “Anak usia sekolah yang ditemukan positif HIV tetap berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Tidak boleh dibeda-bedakan,” serunya. Terkait adanya temuan salah satu siswi kelas 8 SMP di Sidoarjo yang positif HIV, Lilis menjelaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait tengah melakukan pengawasan dan pendampingan maksimal, termasuk memastikan sang anak rutin mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV). “Sudah menjadi pengawasan Disdikbud, Dinkes, dan Dinsos. Kepada yang bersangkutan terus diberikan pemahaman untuk minum obat ARV rutin agar ketahanan tubuhnya terus terjaga. Alhamdulillah, anak tersebut tidak sampai dikucilkan atau didiskriminasi karena lingkungan sekolah sudah diedukasi bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan,” pungkas Lilis optimis.

7. Emas Antam 25 gram: Rp66.837.000

8. Emas Antam 50 gram: Rp133.595.000

9. Emas Antam 100 gram: Rp267.112.000

10. Emas Antam 250 gram: Rp667.515.000

11. Emas Antam 500 gram: Rp1.334.820.000

12. Emas Antam 1.000 gram: Rp2.669.600.000 (CYO)