Dukung Kesejahteraan Mitra, Gojek dan Grab Pangkas Potongan Jadi 8 Persen

News291 Dilihat

INDOUPTODATE.ID – Dua raksasa ride-hailing di Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Indonesia, resmi mengumumkan penurunan tarif potongan aplikasi (komisi) untuk layanan ojek online (ojol) roda dua. Mulai 1 Juli 2026, potongan yang semula sebesar 20 persen akan dipangkas drastis menjadi maksimal 8 persen.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi sekaligus mematuhi arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Komitmen Gojek Tingkatkan Kesejahteraan Mitra
Wakil Direktur Utama sekaligus Deputi CEO GoTo, Catherine Hindra Sutjahyo, menjelaskan bahwa penyesuaian ini akan langsung diimplementasikan pada layanan GoRide.

“Mulai 1 Juli 2026, Gojek akan mengimplementasikan potongan aplikasi sebesar 8 persen untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua atau GoRide. Hal ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan para Mitra Pengemudi ojek online,” ujar Catherine dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026).

Meski demikian, Catherine tidak menampik bahwa transisi ke skema bagi hasil yang baru ini merupakan tantangan besar bagi lini bisnis transportasi roda dua. Pihaknya kini tengah melakukan penyesuaian dari berbagai aspek agar ekosistem tetap seimbang.

“Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari menjaga peluang pendapatan mitra pengemudi, memastikan tarif layanan tetap terjangkau bagi pelanggan, hingga mempertahankan keberlanjutan ekosistem usaha,” tambahnya. Ke depan, Gojek berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan demi kelancaran kebijakan ini.

Grab Fokus Jaga Keseimbangan Ekosistem
Senada dengan Gojek, Grab Indonesia juga menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kebijakan baru ini dengan fokus utama menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra, keterjangkauan konsumen, dan keberlanjutan bisnis.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengakui bahwa kebijakan ini menuntut efisiensi dan penyesuaian yang tidak mudah di internal perusahaan. Namun, komitmen ini sejalan dengan rekam jejak Grab yang telah lebih dari satu dekade hadir di Indonesia.

READ  Persela Lamongan Curi Poin di Kandang Kendal Tornado FC

“Komitmen untuk menjaga keseimbangan tersebut sejalan dengan perjalanan Grab yang selama lebih dari satu dekade telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia,” ungkap Neneng.

Sebagai catatan, Grab saat ini menguasai sekitar 50 persen pangsa pasar industri ride-hailing dan layanan pengantaran online di Indonesia, serta telah membuka 4,6 juta peluang kerja lewat digitalisasi UMKM.

“Ke depan, Grab akan senantiasa memperkuat komitmennya untuk Indonesia dan terus berkontribusi dalam membangun layanan transportasi online nasional yang inklusif, andal, serta bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Neneng. (BNJ)