Akses Gunung Bromo Ditutup, Sejumlah Destinasi Wisata Probolinggo Tetap Buka

News302 Dilihat

INDOUPTODATE.ID – Sejumlah destinasi wisata di sekitar kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dipastikan masih aman untuk dikunjungi wisatawan. Namun, akses menuju kawasan Gunung Bromo tetap ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penutupan akses menuju kawasan Gunung Bromo melalui empat pintu resmi telah dilakukan sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Meski demikian, sejumlah objek wisata yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan berada di sekitar kawasan Bromo masih dalam kondisi aman.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengatakan kondisi sejumlah destinasi wisata berdasarkan hasil pemantauan di lapangan masih relatif aman.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah objek wisata seperti Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point hingga Terminal Wisata Seruni Point masih berada dalam kondisi aman,” kata Heri di Probolinggo, Minggu (9/8/2026).

Menurut Heri, titik api akibat karhutla di kawasan Gunung Bromo masih berada cukup jauh dari sejumlah lokasi wisata tersebut. Kondisi itu membuat beberapa destinasi masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan.

“Untuk beberapa destinasi wisata tersebut kondisi hari ini masih aman dan juga masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.

Kondisi Terus Dipantau

Heri menegaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan terus mengevaluasi perkembangan kondisi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), khususnya dampak karhutla terhadap destinasi wisata di wilayahnya.

Jika kebakaran meluas dan mulai mengarah atau mengganggu objek wisata, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan pembatasan hingga penutupan kunjungan wisatawan.

“Hari ini masih aman untuk dikunjungi. Tetapi apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan juga akan ditutup apabila mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketenangan,” katanya.

READ  Stok BBM Swasta Kosong: Peralihan Konsumen ke Non-Subsidi Jadi Sebab Utama

Menurut Heri, pembatasan kunjungan merupakan langkah antisipasi apabila perkembangan karhutla berpotensi membahayakan wisatawan maupun masyarakat di sekitar objek wisata.

Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah pihak terkait akan terus memantau perkembangan kebakaran serta kondisi keamanan di sekitar destinasi wisata. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan aktivitas kunjungan wisatawan.

“Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi keamanan menjadi pertimbangan utama. Ini dalam menentukan kebijakan terkait aktivitas kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo,” ucapnya.

Pemerintah mengimbau wisatawan untuk tetap mengikuti informasi resmi terkait kondisi kawasan Bromo dan mematuhi setiap ketentuan pembatasan yang diberlakukan demi keamanan bersama. (ZDP)