Bogasari Gandeng SMKN 2 Pandeglang Kembangkan Teaching Factory dan Jiwa Kewirausahaan Siswa

News389 Dilihat

INDOUPTODATE.ID – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi di tanah air. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bogasari Mengajar, produsen tepung terigu terbesar di Indonesia ini resmi menjalin kerja sama strategis dengan SMKN 2 Pandeglang, Banten.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Aula SMKN 2 Pandeglang pada Kamis (3/9/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 2 Pandeglang, Rohmatul Fajri, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran manajemen Bogasari, yakni Wakil Kepala Divisi Bogasari, Erwin Sudharma, dan Vice President Human Resource Bogasari, Anwar.

SMKN 2 Pandeglang mencatatkan sejarah sebagai sekolah menengah kejuruan pertama di Banten yang berkolaborasi dengan Bogasari dalam pengembangan kurikulum Teaching Factory (TEFA).

Wakil Kepala Divisi Bogasari, Erwin Sudharma, menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bertujuan menyiapkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga mencetak wirausahawan muda.

“Melalui kerja sama ini, Bogasari akan mendukung secara nyata dalam hal pengajaran kepada para siswa, analisa dan penyelarasan kurikulum, pelatihan untuk siswa dan guru, hingga kesempatan magang. Bahkan magang terbuka tidak hanya di pabrik Bogasari, tetapi juga terjun langsung ke UKM mitra Bogasari guna menguatkan jiwa kewirausahaan,” ujar Erwin dalam siaran pers, Jumat (4/9/2026).

Erwin menambahkan, program Bogasari Mengajar sebagai CSR pendidikan telah berjalan lebih dari 25 tahun dengan lima pilar utama: magang industri, penelitian skripsi, kunjungan akademik, observasi penugasan mata kuliah, dan kelas praktisi mengajar. Setiap tahunnya, Bogasari menerima hingga 1.000 siswa dan mahasiswa magang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pelatihan TEFA Cookies Dua Hari
Usai penandatanganan MoU, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pelatihan Teaching Factory (TEFA) yang dipandu oleh baker senior dari Bogasari Baking Center (BBC), Irvan Indrayana. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (3–4 September 2026) ini diikuti oleh 14 guru dan 68 siswa kelas XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

READ  Kunjungan Akademik Mahasiswa S3 IPB ke Bogasari, Kupas Peran Industri Terigu dalam Ketahanan Pangan

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan enam resep kue kering (cookies), yaitu Chocolate Chip Cookies, Kaastangels, Nastar Spesial, Lidah Kucing Cokelat Keju, Putri Salju, dan Red Velvet Soft Cookies. Menu ini disiapkan secara khusus untuk mendukung kebutuhan produksi dan penjualan produk TEFA SMKN 2 Pandeglang menjelang Lebaran 2027.

“Kami tidak hanya mengajarkan praktik pembuatan, tetapi juga teori detail mulai dari spesifikasi bahan, kandungan gizi fortifikasi, hingga perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan kalkulasi keuntungan,” jelas Irvan.

Dukungan Pemkab dan Harapan Pencetakan Lapangan Kerja
Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang, Rohmatul Fajri, mengaku bangga atas terjalinnya kemitraan ini, terlebih sekolahnya baru saja ditetapkan sebagai TEFA dan ditargetkan menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD).

“Ini kesempatan emas. Saya minta siswa dan guru menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Bogasari untuk dimanfaatkan dalam pengembangan pengajaran generasi berikutnya,” tutur Rohmatul.

Apresiasi juga datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Dede Rukhyati, S.Ag., M.Si., yang hadir langsung dalam acara tersebut. Dede berharap kolaborasi selama dua tahun ini dapat melahirkan inovasi produk berbasis kearifan lokal, seperti olahan roti durian, serta menekan angka pengangguran lulusan SMK di Pandeglang.

“Harapan kami, ilmu dari Bogasari dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran lulusan SMK di Kabupaten Pandeglang. Lulusan SMK harus siap menjadi pekerja profesional sekaligus pelaku usaha,” tegas Dede. (KIN)