OMI 2026 Digelar Serentak, Jatim Catat Peserta Terbanyak Nasional

News215 Dilihat

INDOUPTODATE.ID – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten/kota mulai digelar serentak di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur, sebanyak 41.488 peserta mengikuti kompetisi tersebut melalui 647 titik lokasi yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, mengatakan jumlah peserta dan titik pelaksanaan OMI di Jawa Timur menjadi yang terbanyak secara nasional.

“Tahun ini, Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak se-Indonesia, dengan jumlah 41.488 peserta. Mereka berkompetisi di 647 titik lokasi yang tersebar di 38 kabupaten/kota,” ujar Sugiyo dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Menurut Sugiyo, besarnya jumlah peserta membuat kesiapan teknis menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan selama pelaksanaan OMI.

Ia meminta seluruh pengawas dan operator memastikan peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Selain aspek teknis, pengawas juga diminta menjaga pelaksanaan kompetisi agar berlangsung secara jujur dan adil. Sugiyo mengingatkan peserta untuk tidak semata-mata mengejar hasil, tetapi juga menjunjung tinggi integritas selama mengikuti kompetisi.

“Ciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan jujur bagi peserta. Ingatkan peserta bahwa juara yang sesungguhnya adalah mereka yang berkompetisi dengan jujur,” katanya.

Sementara itu, operator di masing-masing kabupaten/kota diminta memastikan kesiapan perangkat komputer, akun peserta, serta jaringan internet.

Kesiapan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis selama pelaksanaan OMI yang menggunakan sistem ujian berbasis komputer.

“Jika terjadi kendala login, soal tidak muncul, atau koneksi terputus, segera koordinasikan dengan Helpdesk Kanwil sesuai SOP yang telah dibagikan. Jangan panik, tetap tenang,” ujar Sugiyo.

Ketua Tim Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur, Arini Nihayati, mengatakan pelaksanaan hari pertama OMI di Jawa Timur berjalan sesuai jadwal.

READ  PGN Perbarui PGN Mobile, Catat Meter Mandiri Lebih Mudah dan Akurat

Menurut dia, tidak terdapat kendala berarti yang mengganggu jalannya kompetisi, baik dari sisi jaringan maupun peserta.

“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa hambatan, baik dari sisi jaringan maupun peserta. Seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” kata Arini.

Digelar Tiga Hari

OMI tingkat kabupaten/kota berlangsung selama tiga hari dengan jadwal berbeda berdasarkan jenjang pendidikan.

Hari pertama, Senin (7/9/2026), kompetisi diikuti peserta jenjang Madrasah Aliyah (MA). Selanjutnya, peserta jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) mengikuti kompetisi pada Selasa (8/9/2026), sedangkan jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dijadwalkan mengikuti kompetisi pada Rabu (9/9/2026).

Pelaksanaan kompetisi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Peserta yang memperoleh hasil terbaik di tingkat kabupaten/kota selanjutnya akan menjadi wakil daerah untuk mengikuti OMI tingkat Provinsi Jawa Timur.

OMI merupakan ajang kompetisi yang menggabungkan bidang sains dan penelitian. Kompetisi ini menjadi pengembangan dari ajang yang sebelumnya dikenal melalui Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES).

Melalui OMI, peserta didik madrasah mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan berkompetisi sesuai bidang serta jenjang pendidikan masing-masing.

Hasil kompetisi tingkat kabupaten/kota selanjutnya menjadi bagian dari proses seleksi peserta yang akan melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Jawa Timur. (EJP)