INDOUPTODATE.ID – Perwakilan organisasi internasional Liliane Fonds Netherlands melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi pada Selasa (22/9/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau perkembangan implementasi program Building Effective Network (BEN) sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendorong pemenuhan hak anak dan remaja disabilitas.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Liliane Fonds Netherlands bertemu langsung dengan Bupati Banyuwangi untuk mendiskusikan capaian proyek BEN di tingkat desa hingga kabupaten, serta memetakan strategi dalam mengatasi tantangan pembangunan ekosistem inklusif.
Proyek BEN merupakan inisiatif strategis yang didukung oleh Liliane Fonds Netherlands dan dijalankan di Banyuwangi melalui kolaborasi antara Rumah Literasi Indonesia (RLI) dan Aura Lentera Indonesia. Program ini mengusung pendekatan berbasis hak serta Rehabilitation Based on Community (RBM/CBR) guna memperkuat kapasitas penyandang disabilitas, keluarga, hingga organisasi lokal.
Membangun Sistem Inklusi Berbasis Jejaring
Founder Rumah Literasi Indonesia, Tunggul Harwanto, menegaskan bahwa penguatan jejaring lintas sektor merupakan kunci utama agar anak dan remaja dengan disabilitas dapat memperoleh hak-hak dasarnya secara optimal.
“BEN tidak hanya berbicara tentang kegiatan bagi anak dan remaja dengan disabilitas, tetapi bagaimana membangun sistem yang melibatkan keluarga, OPDis (Organisasi Penyandang Disabilitas), pemerintah desa, pemerintah daerah, dan berbagai pihak. Ketika jejaring ini bekerja bersama, peluang untuk menghadirkan lingkungan yang lebih inklusif menjadi semakin kuat,” terang Tunggul, Selasa (22/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, proyek BEN mendorong OPDis untuk mengambil peran memimpin gerakan inklusi di tingkat tapak. Empat organisasi disabilitas lokal dilibatkan aktif sebagai mitra pengembangan, yaitu:
1. DMI (Disabilitas Mandiri Indonesia)
2. Gerkatin (Gerakan Kesejahteraan untuk Tunarungu Indonesia)
3. Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia)
4. Persawangi (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten Banyuwangi)
Pemberdayaan Keluarga dan Partisipasi Orang Muda
Selain penguatan organisasi, proyek BEN berfokus pada peran keluarga dan pengasuh (caregiver). Para orang tua didorong untuk lebih memahami hak anak, mendukung akses terhadap pendidikan serta layanan kesehatan, hingga menciptakan lingkungan rumah yang aman dan bebas dari kekerasan.
Program ini juga terintegrasi dengan inisiatif kepemudaan seperti Meaningful Youth Participation (MYP) dan Body Talk. Lewat ruang ini, anak dan remaja disabilitas diajak berani menyuarakan pendapat, berpartisipasi aktif, serta mengambil peran dalam menentukan isu-isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan lembaga pendidikan, proyek BEN diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sistem layanan inklusif di Banyuwangi secara jangka panjang. (MQP)





