Kongres Persatuan PWI 2025 Sukses, Panitia Sampaikan Apresiasi atas Dukungan Berbagai Pihak

News293 Dilihat

INDOUPTODATE.ID – Panitia Pelaksana Kongres Persatuan PWI 2025 menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas dukungan berbagai pihak untuk kelancaran hajat akbar bersejarah organisasi wartawan terbesar dan tertua tersebut. Suksesnya kongres bertema “Bangkit Bersatu” juga tidak terlepas dari tekad para peserta yang hadir, demi menjaga marwah PWI agar semakin baik, dalam bingkai persatuan yang kokoh.

“Sinergi dan kontribusi berbagai pihak, terutama para peserta yang berasal dari 39 provinsi di tanah air, serta perorangan dan mitra strategis, merupakan energi besar yang membuat Kongres Persatuan PWI 2025 ini berjalan lancar, aman dan nyaman untuk semua,” ujar Marthen Selamet Susanto, Ketua Organizing Committee (OC) Kongres Persatuan PWI 2025, Senin (1/9) di Jakarta.

Marthen juga mengapresiasi dukungan dari aparat keamanan yang membantu menjaga kelancaran pelaksanaan kongres di BPPTIK Komdigi, Bekasi. Pengamanan terpadu dilakukan oleh Mabes Polri, Polda Metro Jaya, lalu ditindaklanjuti Polres Metro Bekasi di bawah kepemimpinan Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustofa, S.I.K., M.H.

Dukungan solid juga diberikan oleh jajaran Korem 051/Wijayakarta, Cikarang, di mana Danrem Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso aktif memantau jalannya kongres yang digelar Jumat dan Sabtu (29-30/8) di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Ia juga mengutarakan terima kasihnya kepada seluruh perangkat pelaksana kongres, termasuk mereka yang bertugas menjaga ketertiban. OC juga mendapat dukungan dari jajaran PWI Bekasi Raya. Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Mukhsin, mengerahkan ratusan anggotanya berjaga di gerbang luar BPPTIK Komdigi, Cikarang.

Kongres Persatuan PWI 2025 juga terselenggara dengan baik berkat partisipasi mitra strategis.

Dalam hal ini OC mengucapkan terima kasih kepada Triputra Group, Djarum Foundation, PT Bank Central Asia, Tbk, Danone Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Harita Nickel, Nestlé, serta PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Diskominfo DKI Jakarta

READ  Penularan HIV/AIDS tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga dilaporkan meluas hingga ke kalangan anak-anak dan remaja usia sekolah. Berdasarkan data di Kabupaten Sidoarjo, dari total 7.129 Orang dengan HIV (ODHIV), terdapat ratusan anak dan remaja yang dinyatakan positif HIV. Delta Crisis Center (DCC) mencatat hingga 1 Juli 2026, akumulasi anak dan pelajar di Sidoarjo yang terjangkit HIV telah mencapai 522 ODHIV. “Jumlah anak dan remaja usia sekolah di Sidoarjo hingga per 1 Juli 2026 yang terpapar total ada 522 ODHIV. Rinciannya berdasarkan asumsi, untuk PAUD/TK sekitar 13 anak, usia Sekolah Dasar hingga SMP sederajat sebanyak 44 remaja, dan SMA sederajat hingga mahasiswa diketahui 465 yang positif HIV,” terang Direktur Program Yayasan DCC, Ferry Efendi, SH., MH., Sabtu (18/7/2026). Ferry mengungkapkan, penularan HIV pada anak dan remaja di Sidoarjo disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari penularan ibu ke anak saat kehamilan, penggunaan jarum suntik narkoba, hingga akibat hubungan seks bebas di luar nikah. “HIV itu menular melalui empat cara yakni darah, seks bebas, jarum suntik, dan ASI. Ini harus terus disosialisasikan ke masyarakat agar ada pemahaman, dengan demikian jalur penularan bisa dijauhi,” kata Ferry. Menyikapi fenomena tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Lilik Sulistyowati, S.Pd., M.Pd., menyatakan prihatin dan menegaskan akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo. “Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo menyatakan keprihatinan mendalam terhadap peserta didik yang terpapar HIV/AIDS. Kami tentunya memberikan perhatian serius terhadap fenomena ini dan segera berkoordinasi dengan pihak Dinkes,” beber Lilis, sapaan akrabnya. Langkah Mitigasi dan Pelatihan Konseling Guru Sebagai langkah nyata, Disdikbud Sidoarjo telah menyiapkan langkah mitigasi melalui penguatan kebijakan pendidikan, termasuk penyusunan langkah implementasi pencegahan penularan HIV/AIDS di semua satuan pendidikan. Hal ini dilakukan agar pelajar maupun tenaga pendidik yang terdampak tidak mendapat diskriminasi dan stigma negatif. Lilis memastikan seluruh lembaga pendidikan akan mendapatkan edukasi dan literasi mengenai pola penularan serta pencegahan HIV/AIDS. Dalam waktu dekat, Disdikbud juga akan menggelar pelatihan kesehatan reproduksi dan manajemen konseling bagi tenaga kependidikan. “Seluruh kepala sekolah, guru kelas, hingga guru BK (Bimbingan Konseling) akan dibekali pengetahuan yang berhubungan dengan pencegahan penularan HIV/AIDS dan penanganannya. Semua guru akan dilatih terkait manajemen konseling jika mendapati murid ada yang positif HIV,” tegas mantan Kepala SMPN 4 Sidoarjo tersebut. Ke depan, Disdikbud Sidoarjo akan meningkatkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinkes, Dinsos, Kementerian Agama, MUI, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Puskesmas, hingga ormas terkait untuk menekan penambahan kasus di lingkungan sekolah. Meski demikian, terkait kemungkinan adanya kewajiban tes HIV dalam proses seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2027, Disdikbud belum bisa memberikan kepastian. "Kami belum bisa menjawab pertanyaan itu karena masih harus dikomunikasikan dengan Dinkes," jawabnya singkat. Benteng Keluarga dan Perlindungan Hak Pendidikan Lilis menekankan bahwa benteng keluarga tetap menjadi faktor pertahanan paling utama dalam menjaga anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Monitoring ketat dan pengawasan melekat harus bermula dari rumah. Bagi pelajar yang dinyatakan positif HIV, Disdikbud Sidoarjo menjamin hak pendidikan mereka secara penuh dan setara. “Anak usia sekolah yang ditemukan positif HIV tetap berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Tidak boleh dibeda-bedakan,” serunya. Terkait adanya temuan salah satu siswi kelas 8 SMP di Sidoarjo yang positif HIV, Lilis menjelaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait tengah melakukan pengawasan dan pendampingan maksimal, termasuk memastikan sang anak rutin mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV). “Sudah menjadi pengawasan Disdikbud, Dinkes, dan Dinsos. Kepada yang bersangkutan terus diberikan pemahaman untuk minum obat ARV rutin agar ketahanan tubuhnya terus terjaga. Alhamdulillah, anak tersebut tidak sampai dikucilkan atau didiskriminasi karena lingkungan sekolah sudah diedukasi bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan,” pungkas Lilis optimis.

“Terima kasih telah membantu kami dengan menjadi sponsor dan mitra kongres,” kata Marthen.

Kongres PWI Persatuan 2025 menghasilkan keputusan penting bagi organisasi pers terbesar sekaligus tertua ini. Kongres secara demokratis memilih Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI dan Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI untuk periode 2025-2030. Keduanya diharapkan dapat membawa PWI merajut masa depan yang lebih baik, solid, dan profesional. (AHU)